Postingan

Pesan sederhana dari siratan

Mengenai Buyut khaer, ini nasihat pribadi imam <Admin> bagi seluruh rakyat Garasinga. 1 Tidak mau diketahui ini makam aslinya, tapi dikatakan ini makam aslinya. Maksudnya apa? Maksudnya adalah: Jika ada warga Bogor, Banten, Cirebon dan atau daerah manapun yang mengaku mempunyai situs Mbah Khaer, hargailah jangan bersitegang.. Biarkan berkah Mbah Khaer diraup masyarakat sana, Mbah tidak takut mereka menjadi musyrik karena tiap petilasannya selalu ada tokoh pelurus dan pengingat. 2 Hormatilah istri dan hargailah keberadaannya, mengalah darinya bukan suatu aib. Ketika takdir menjadikan istri itu tulang-punggung, apa hati kita tidak menyesal pernah melukainya.. Jika taqdir menjadikan istri Mbah Khaer sebagai guru lahiriyyah, mbah khaer tidak turun derajat, Malah menjadikannya seorang Tashowwuf tingkat tinggi dengan kanuragan mumpuni. 3 Kita telah diwarisi Anti Maung (pengapesan maung) dan kita tidak boleh serakah melencengkan niyyat menziarahinya malah minta-minta. Kita tidak ter...

Kekeramatan yang dibatasi

Berdasar dari apa yang Admin ketahui.. 2 Satu ponggawa Tubagus Abu Khair mendatangi 1 orang yang dia berkenan pada orang itu, dia mengatakan Tanyakan soal junjungan kami (Mbah buyut kaer ke Pemuda). Ketahuilah, tak ada yang ngeuh siapa pemuda itu, bahkan tidak ngeuh tentang kata-kata si ponggawa tadi soal pemuda. Rahasia salsilah Tubagus Abu Khaer ini pun berhasil mampir di jemariku, dan ku tulis ulang. Rahasia besarnya adalah: Mbah Buyut Khaer ini tidak mau didatangi hanya dalam rangka Keperluan Keduniaan model Kukuwuan, Pesugihan, DLL. Bahkan beliau tidak mau diketahui bahwa ini makam aslinya. Beliau bahkan akan membatasi karomah apapun yang mungkin Allah berikan di Maqbarohnya, entah itu bagi orang awam, santri, maupun kyai. Yang lebih mencengangkan bahwasannya beliau tak mau maujud maupun diundang, hanya atas dasar beliau mau saja, tanpa undangan. 3 Pangeran Sempana itu tidak Ridlo jika namanya dijadikan Guyonan Se Empan nya. Sempana itu punya artian dan tidak abdi ketahui. Orang...

Sejarah Garasinga Dan Mbah Buyut Khaer

GARASINGA           Konon ada seorang kyai sakti sebut saja beliau Mbah Buyut Khaer yang tengah bertapa(semedi/tafakur) diatas sebuah pohon di bukit (entah daerah mana sekarang) Sebagian besar tokoh sepuh (alm Kuwu Edo Syuhada Tugu, Abah Saca Asem Baru, Abah Ahdi Legok Wetan, Abah Ratam Legok Wetan, dan Bapa Kifayah (waradon) Syahri menerangkan: kejadiannya itu di Alas Roban.  Satu malam dari tafakkurnya Mbah Buyut Khaer mendengar di semak-semak tepat di bawahnya(karena Mbah Buyut Khaer berada di pohon) berdatangan macan-macan(maung hutan karena merasa tempat itu ada karomahnya(karena ada Mbah Buyut Khaer yang bertapa) dan diantara macan hutan tadi adalah rajanya(pemimpinnya) mendawuh, agar setiap macan mensyahadat bersaksi tiada tuhan selain Alloh dan Muhammad utusan Alloh, konon ketika maung-maung bersyahadat sebagai bukti ketho'atan seluruh makhluq atas 'aqad nya dilahirkan ke dunia berkah sayyidunaa Muhammad rosululloh SAW itu didenga...

Text Naskah Peninggalan Sejarah Ciporang Maleber

Gambar
Text diatas sangat disederhanakan dan di terjemah dari copyan naskah yang lama dan usang hingga menimbulkan corak yang sangat mengganggu pembacaan. Dengan segenap team ketelitian *(Kyai Nurhadi Imdad, Kyai Sholahuddin, PS Muh Ilyas, Perangkat Desa Pencaran Garasinga [team 1], kemudian dibaca dan di delik kembali oleh Ust AM Imam, Kyai Ero Suwara, Ust Nana Najmuddin, dilengkapi berbagai penelusuran oleh Admin (AM Imam)* hingga lahirlah beberapa Kosakata baru seperti GARASINGA awalnya garasipa, PALEBEN awalnya palipis, NGABIHI awalnya gobaihi, dengan maqshud: 1 Menceritakan hasil delik Naskah dan didapatilah perbaikan (Bukan pengingkaran). 2 Menjelantrahkan maqshud utama kosakata, tandabaca, yang terindikasi Salah tafsir. 3 Menetralisir Nama dan Kisah apa yang telah kadung berkembang di masyarakat. Admin yaqin, ada kemanfa'atan ukhrowi didalam kita menguak sejarah, semoga seluruh pembaca terberkahi oleh peran para pendahulu Desa kita ini.

Sejarah Ciporang Mandalajaya dan Pangeran Sempana

Garasinga: Ciporang Mandalajaya Parakan Maleber Kutaraja Pagundan Pasayangan Tambakbaya Kuningan           Perkirakan abad ke-8 tahun 1481 M, keadipatian Kuningan dipimpin oleh Pangeran Dipati Ewangga. Beliau adalah dalam cianjur yang sengaja datang ke Kuningan ingin menemui Syeh Syarif Hidayatullah untuk masuk islam. Sejak saat itu beliau tinggal di Kuningan, karena beliau adalah cucunya perabu siliwangi yang masih ada hubungan famili dengan syeh syarif hidayatullah, ketika itu oleh sunan gunung jati beliau di beri gelar Pangeran Dipati Ewangga yang ditugaskan untuk memangku jabatan keadipatian kuningan sebelum Pangeran Kuningan dan Pangeran Aria Kemuning dewasa.           Pada saat itu Pangeran Dipati Ewangga menugaskan Pangeran Sampana (nama ketika di Mataram) Dalam Mancagati ( nama ketika ngalalana)Dalam Jaya Lalana( nama ketika di gunung jawa)Kusumah Ningrat (nama ketika ditugaskan untuk menentukan tapal batas desa ciporang y...